Kabupaten Rejang Lebong Masih Memiliki 2 Desa Kategori Sangat Tertinggal Kabupaten Rejang Lebong Masih Memiliki 2 Desa Kategori Sangat Tertinggal
GerbangBengkulu – Desa Taba Anyar yang terletak di Kecamatan Bermani Ulu dan Desa Taktoi di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong masih berstatus... Kabupaten Rejang Lebong Masih Memiliki 2 Desa Kategori Sangat Tertinggal

GerbangBengkulu – Desa Taba Anyar yang terletak di Kecamatan Bermani Ulu dan Desa Taktoi di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong masih berstatus sebagai desa dengan kategori sangat tertinggal.

“Hal itu terungkap dari daftar alokasi dana afirmasi yang diterbitkan Kementerian Keuangan,” kata Kepala Seksi Administrasi Pengelolaan Keuangan, Kekayaan Desa dan Kelurahan, Dinas PMD Kabupaten Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana, Sabtu 5 Januari 2018.

Kementerian Keuangan juga menetapkan 20 desa lainnya masih berstatus desa tertinggal. Yang mana ke-20 desa tersebut akan mendapatkan alokasi Dana Desa (DD) lebih besar dibandingkan dengan desa lain.

Pembagian ini diambil dari tiga persen jumlah DD (alokasi afirmasi), dengan rincian satu persen untuk desa tertinggal dan dua persen untuk kategori desa sangat tertinggal.

“Atau 20 desa tertinggal mendapat tambahan Rp 211.289.000 dan untuk desa dengan status sangat tertinggal mendapatkan tambahan Rp422.578.000,” tambah Bobby.

Desa dengan status Desa Tertinggal adalah, di Kecamatan Sindang Beliti Ulu, meliputi Desa Air Nau, Desa Jabi, Desa Apur dan Desa Karang Pinang.

Selanjutnya, di Kecamatan Sindang Beliti Ilir, terdapat Desa Lubuk Belimbing I, Desa Lubuk Bingin Baru, Desa Merantau, Desa Lubuk Belimbing II.

Adapun di Kecamatan Padang Ulak Tanding, meliputi Desa Bukit Batu, Desa Kasie Kasubun, Desa Tanjung Sanai II, Desa Tanjung Sanai I, Desa Karang Baru, Desa Belumai II dan Desa Guru Agung.

Dua desa di Kecamatan Kota Padang yaitu, Desa Derati dan Desa Durian Mas. Sedangkan di Kecamatan Bermani Ulu hanya Desa Air Pikat. Serta di Kecamatan Binduriang meliputi Desa Air Apo dan Desa Simpang Beliti.

Penentuan status desa tersebut diantaranya berdasarkan letak geografis, jumlah penduduk, akses jalan untuk menempuh desa tersebut dan jumlah penduduk miskin.

“Penetapan status desa berdasarkan pembahasan Kemendes, Bappenas dan Kemendagri. Salah satunya dipergunakan untuk menentukan besaran dana desa yang akan diterima,” tutup Bobby. (azm001)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *