H+3 Operasi Ketupat, Ratusan Kendaraan Menuju Provinsi Bengkulu Dipaksa Putar Balik H+3 Operasi Ketupat, Ratusan Kendaraan Menuju Provinsi Bengkulu Dipaksa Putar Balik
GerbangBengkulu – H+3 lebaran atau 3 hari setelah lebaran Idul Fitri 1441 H Polda Bengkulu merilis jumlah kendaraan yang dipaksa putar balik untuk kembali... H+3 Operasi Ketupat, Ratusan Kendaraan Menuju Provinsi Bengkulu Dipaksa Putar Balik

GerbangBengkulu – H+3 lebaran atau 3 hari setelah lebaran Idul Fitri 1441 H Polda Bengkulu merilis jumlah kendaraan yang dipaksa putar balik untuk kembali ke tempat masing-masing. Rabu 27 Mei 2020.

Dir Lantas Polda Bengkulu AKBP Budi Mulyanto menyampaikan, Operasi Ketupat yang digelar fokus terhadap kendaraan yang akan memasuki perbatasan Provinsi Bengkulu.

Dijelaskan, sejak 24 April sampai 26 Mei pihak kepolisian bersama TNI dan instansi lain telah memaksa 445 unit kendaraan yang akan memasuki Provinsi Bengkulu untuk memutar balik.

Hal tersebut sesuai instruksi pemerintah mengenai larangan mudik guna penanggulangan penyebaran virus Covid-19.

Ditegaskan, sejumlah perbatasan di kabupaten kota untuk menuju Bengkulu telah diperketat untuk penanggulangan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia, terkhusus di Provinsi Bengkulu.

”Secara kuantitas saya sudah mengembalikan 455 unit kendaraan yang akan memasuki Provinsi Bengkulu, sedangkan untuk orang ada sekitar 1822 orang saya suruh pulang kembali ke tempat masing-masing.” tuturnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, mengatakan kepada seluruh masyarakat untuk tetap mengikuti instruksi pemerintah.

Memasuki hari ke 3 pasca lebaran Idul Fitri petugas Gabungan di sejumlah Posko Perbatasan tetap akan memantau pergerakan masyarakat yang biasanya akan melakukan arus balik.

”Lebaran tetap lebaran dengan hanya di rumah saja hingga pandemi covid-19 berakhir, tidak perlu berkunjung ke tempat-wisata.” jelasnya.

Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak berpergian silahturahmi ke tempat keluarga. Untuk lebaran tahun ini, silaturrahmi baiknya dilakukan dengan memanfaatkan tekhnologi.

”Untuk bersilahturahmi dengan sanak keluarga kan bisa video call, dan tidak perlu berkeliling ke rumah tetangga, atau bahkan ada yang mau ngajak keluarga ke tempat wisata, itu jangan dulu.” himbau Sudarno. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *