Gelar Coffee Morning, Plt Gubernur dengan Lanal Bengkulu Soroti Penggunaan Jaring Trawl Gelar Coffee Morning, Plt Gubernur dengan Lanal Bengkulu Soroti Penggunaan Jaring Trawl
GerbangBengkulu – Pangkalan TNI AL (Lanal) Bengkulu melaksanakan acara coffee morning bersama Plt. Gubernur Bengkulu dengan pimpinan unsur maritim. Acara tersebut berlangsung di Aula... Gelar Coffee Morning, Plt Gubernur dengan Lanal Bengkulu Soroti Penggunaan Jaring Trawl

GerbangBengkulu – Pangkalan TNI AL (Lanal) Bengkulu melaksanakan acara coffee morning bersama Plt. Gubernur Bengkulu dengan pimpinan unsur maritim.

Acara tersebut berlangsung di Aula Yos Sudarso Markas Komando (Mako) Lanal Bengkulu, di Jalan RE Martadinata No.10 Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Kamis 1 November 2018.

Dalam sambutannya, Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, Provinsi Bengkulu memiliki 9 kabupaten dan 1 kota yang tujuh diantaranya berbatasan dengan laut.

“Panjang pantai 524 kilometer dan memiliki 5 pulau terluar. Provinsi Bengkulu memiliki potensi perikanan yang luar biasa dan sangat logis kalau dari sekarang bersama-sama mengolah sumber daya laut Bengkulu yang luar biasa,” kata Rohidin.

Dijelaskan, jika kawasan obyek wisata Pantai Panjang, mulai dari kawasan pantai di depan Hotel Pasir Putih sampai Sungai Hitam masih semrawut.

Menyikapi hal itu pihaknya akan melakukan penertiban dan akan menatata ulang kawasan tersebut.

“Mulai dari hak guna usaha serta semua bangunan harus punya ijin,” tutur Rohidin.

Selain penataan kawasan pantai, Rohidin menyoroti penggunaan jaring trawl atau pukat harimau yang disinyalir masih digunakan oleh beberapa pemilik kapal.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak pernah dan tidak akan memberikan izin kepada nelayan yang masih membandel menggunakan Trawl, larangan penggunaan trawl sudah jelas pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl,” tegasnyam

Rohidin meminta aparat terkait untuk membina nelayan yg masih mengunakan alat tangkap trawl dan menertibkan alat tangkap tersebut secara persuasif dan sistematis.

Mengantipasi bencana, didirikan shelter baik di Kota Bengkulu dan kabupaten seperti di Mukomuko dan Kaur. Di setiap desa harus ada lampu emergency dan kader siaga bencana serta protap dalam menghadapi bencana.

Sementara itu, Danlanal Bengkulu Letkol Laut ( P ) M Andri Wahyu Sudrajat pada kesempatan tersebut berharap, melalui coffee morning yang digelar menjadi wadah untuk meningkatkan sinergitas, saling memberikan informasi dan sebagai ajang untuk mencari solusi yang terbaik dalam memecahkan permasalahan maritim di Provinsi Bengkulu.

Ditegaskan, jika Lanal Bengkulu siap mendukung program pemerintah daerah. “Lanal bersama Polair siap mendukung Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Provinsi Bengkulu untuk melaksanakan pembinaan dan penertiban terhadap nelayan yang masih menggunakan alat tangkap trawl sesuai UU perikanan yang berlaku di Indonesia,” tegas M.Andri.

Dalam coffee morning tersebut selain dihadiri Plt. Gubernur Bengkulu, juga dihadiri Dirpolair, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kepala Kesbang Pol Provinsi, Kepala KSOP Bengkulu, Kepala Bea Cukai Bengkulu, Kepala Pertamina Bengkulu, Kepala Imigrasi, Kepala ASDP Bengkulu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kakansar Bengkulu, Kepala Karantina ikan dan perwira staf Lanal Bengkulu. (azm009)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *