Gara-gara Uang Rp 100 Ribu, Pelajar SMKN 3 Seluma Tak Dapat Ikuti UNBK Gara-gara Uang Rp 100 Ribu, Pelajar SMKN 3 Seluma Tak Dapat Ikuti UNBK
GerbangBengkulu – Seorang pelajar SMKN 3 Seluma dilaporkan tidak dapat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) karena terjerat tindak pidana uang palsu, Selasa 26... Gara-gara Uang Rp 100 Ribu, Pelajar SMKN 3 Seluma Tak Dapat Ikuti UNBK

GerbangBengkulu – Seorang pelajar SMKN 3 Seluma dilaporkan tidak dapat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) karena terjerat tindak pidana uang palsu, Selasa 26 Maret 2019.

“Untuk pelajar atas nama Suwito beberapa hari lalu sebelum pelaksanaan ujian, orang tuanya sudah kami undang dan datang ke sekolah,” terang Kepala Sekolah SMKN 3 Seluma Nismawati, Selasa 26 Maret 2019.

Dihadapan kedua orang tua Suwito, pihak sekolah menjelaskan terkait pelaksanaan UNBK dan persyaratan kelulusan.

“Orang tuanya memahami penjelasan dari sekolah, namun mereka berharap kalau bisa tahun depan anaknya dapat mengikuti ujian di SMKN 3 Seluma,” tutur Nismawati.

Suwito (19) pelajar kelas 12 SMKN 3 Seluma pada Bulan November 2018 diciduk pihak kepolisian karena terlibat mengedarkan uang palsu.

Suwito menerima uang pecahan Rp 100 ribu dari AGE, yang kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Dalam kasus ini Suwito mengetahui jika uang yang akan dibelanjakannya adalah uang palsu, dan dia nekat membelanjakan uang yang diberikan oleh AGE.

Peristiwa tertangkapnya Suwito terjadi pada pertengahan bulan November tahun lalu, Sabtu (17/11).
Saat itu, dia membelanjakan uang yang diberikan oleh AGE ke warung. Nahas, aksinya diketahui oleh pemilik warung sehingga Ia dilaporkan ke pihak kepolisian.

Meski dari keluarga miskin, disebutkan oleh para guru SMKN 3 Seluma, Suwito dikenal sebagai siswa yang gigih dan rajin dalam belajar.

Rumah orang tua Suwito terletak di Desa Talang Giring, Kecamatan Lubuk Sandi. Untuk dapat bersekolah ia menginap di sekolahan, membantu membersihkan lingkungan sekolah hingga membantu warga sekitar untuk memperoleh uang saku.

Sebelum diciduk Polres Seluma, Suwito disebutkan meraih medali emas dalam kejuaraan karate Popda di Bengkulu.

Pelaksanaan UNBK pelajar SMA/ sederajat berlangsung selama 4 hari, sejak Senin kemarin hingga Kamis lusa. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *