Gara-gara Facebook Seorang Anggota KPPS di Kabupaten Seluma Diberhentikan Gara-gara Facebook Seorang Anggota KPPS di Kabupaten Seluma Diberhentikan
GerbangBengkulu – Komisioner KPU Kabupaten Seluma Divisi Sosialisasi, Edi Ansori menegaskan, penyelenggara pemilu harus netral dan tidak boleh menjadi pengurus partai politik maupun menjadi... Gara-gara Facebook Seorang Anggota KPPS di Kabupaten Seluma Diberhentikan

GerbangBengkulu – Komisioner KPU Kabupaten Seluma Divisi Sosialisasi, Edi Ansori menegaskan, penyelenggara pemilu harus netral dan tidak boleh menjadi pengurus partai politik maupun menjadi tim sukses dari peserta pemilu, Jumat 12 April 2019.

“Masa tugas KPPS berbeda dengan PPS, mereka bekerja selama satu bulan pada saat pemungutan suara di TPS,” jelas Edi saat dikonfirmasi terkait pemecatan anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) Desa Rena Panjang, Kecamatan Lubuk Sandi.

Jauh hari sebelum perekrutan anggota KPPS, Edi telah mengingatkan PPK dan PPS jika para penyelenggara pemilu tidak boleh terlibat sebagai pengurus partai politik, termasuk KPPS.

“Saya baru mendengar informasi terkait anggota KPPS yang diduga menjadi pengurus partai politik. Saya pastikan penyelenggara pemilu yang menjadi pengurus parpol dan timses akan diberhentikan,” jelas dia.

Ditegaskan, masa kerja KPPS hanya selama satu bulan.

“Sudah jelas aturannya, apabila terlibat di partai politik akan diberhentikan dari jabatannya,” kata Edi.

Kewenangan pemberhentian KPPS berada di PPS, karena PPS yang menerbitkan SK pengangkatan.

“Setelah mendengar masukan dan saran dari masyarakat, PPS melakukan rapat pleno kemudian memutuskan pemberhentian anggota yang terbukti menjadi pengurus parpol, itu mekanisme pemberhentian KPPS” jelasnya.

Edi menyampaikan, selain melaksanakan pemecatan terhadap dua anggota KPPS Desa Rena Panjang, pihaknya akan memberikan Surat Peringatan (SP) ke PPS yang dinilai melakukan perekrutan KPPS tidak sesuai petunjuk tekhnis yang disampaikan KPU.

Sebelumnya, Riki Edriyati anggota  KPPS TPS 03 Desa Rena Panjang menolak diberhentikan dari jabatannya selaku KPPS.

Riki berdalih, salah seorang rekannya di KPPS TPS 03 tidak diberhentikan jabatannya meski yang bersangkutan diduga menjadi pengurus partai politik.

“Saya tidak terima diberhentikan dari KPPS, karena Memen Supriyadi yang terbukti sebagai pengurus parpol hanya diminta membuat surat pernyataan oleh PPS,” kata Kiki saat ditemui kemarin malam di rumahnya.

Sedangkan kesalahannya, imbuh Kiki, harusnya juga mendapat peringatan sama halnya dengan Memen Supriyadi.

Kiki diberhentikan dari KPPS setelah akun media sosial Facebook miliknya menampilkan stiker salah seorang anggota legislatif DPRD Kabupaten Seluma.

Menurutnya, bukan dirinya yang  memposting cerita di akun Facebook miliknya, melainkan sang adik yang memainkan telepon genggamnya. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *