Dituding Melakukan Perbuatan Asusila, Lurah Padang Rambun: Demi Tuhan Saya Tidak Melakukan Itu Dituding Melakukan Perbuatan Asusila, Lurah Padang Rambun: Demi Tuhan Saya Tidak Melakukan Itu
GerbangBengkulu- Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai Lurah di Kelurahan Padang Rambun, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, dikabarkan melakukan tindakan asusila,... Dituding Melakukan Perbuatan Asusila, Lurah Padang Rambun: Demi Tuhan Saya Tidak Melakukan Itu

GerbangBengkulu- Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai Lurah di Kelurahan Padang Rambun, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, dikabarkan melakukan tindakan asusila, Kamis, 25 Maret 2021.

Dari informasi yang dihimpun, empat orang warga mendapatkan perlakukan tak senonoh dari sang lurah itu. Perbuatan sang lurah ini menjadi buah bibir di masyarakat.

“Saya salah satu merupakan korban dari perlakuan tidak senonoh dari pak lurah. Saat saya akan meminta tanda tangan untuk mengurus surat yang saya butuhkan,” terang korban yang mendapatkan perlakuan paling parah dari oknum Lurah ini.

Korban yang identitasnya minta dirahasiakan ini menjelaskan, perbuatan pelecehan ini terjadi pada medio Februari 2021. Dirinya saat itu mengurus surat keterangan dan datang ke kantor pada jam 10.00 WIB.

Saat menyodorkan berkas surat untuk ditandatangani, korban menyebut mendapatkan perlakuan pelecehan.

“Saat saya masuk ke ruangan pak lurah itulah pelecehan itu saya alami,” ujarnya sembari menangis.

Diceritakan kronologisnya, saat itu dirinya berada di dalam ruangan lurah untuk meminta tanda tangan, pintu langsung ditutup. Pak lurah kemudian duduk di samping dirinya, memegang tangan dan jari jari lurah disebutkan menggerayangi tubuhnya.

Pada saat melakukan aksinya, sang lurah disebut mengeluarkan alat vitalnya dan menunjukan kepada korban.

“Saya tidak dapat berbuat apa-apa saat itu. Badan saya kaku, saya tidak dapat bergerak apalagi berteriak,” ujarnya.

Beruntung, ibu korban yang turut serta mendampinginya ini mendatangi ruangan kantor lurah, karena curiga atas lamanya proses tandatangan.

“Saat mendengar suara ibu saya, pak lurah menghentikan perbuatannya. Langsung membuka pintu, sebelum saya keluar pak lurah meminta saya untuk tidak menceritakan yang terjadi kepada siapapun,” ucap korban.

Perbuatan pelecehan ini juga dibeberkan oleh tetangga korban. Ibu paruh baya yang juga minta namanya tidak disebutkan ini menceritakan bahwa dirinya juga pernah mengalami hal serupa. Namun hanya sebatas mengelus tangan saat bersalaman.

“Ya benar itu, terus terang kami di sini takut, walau baru sebatas mengelus tangan saya. Saya siap menjadi saksi, jika memang perkara ini sampai diproses hukum,” ucapnya.

Dikonfirmasi atas tudingan ini, pejabat Lurah Kelurahan Padang Rambun, Kecamatan Seluma Selatan, dengan inisial Sl membantah keras perbuatan tersebut.

Dengan menyebut nama tuhan Dia menepis tudingan itu, cerita itu adalah karangan yang mengada-ada untuk menjatuhkan karirnya.

“Demi tuhan mas, saya tidak melakukan itu. Hoax itu, saya tidak pernah melakukan hal tersebut,” bantah Sl.

Untuk diketahui, terungkapnya perbuatan Lurah Kelurahan Padang Rambun atas laporan pada layanan pengaduan Pemkab Seluma. Dalam laporan itu disebutkan, bahwa telah terjadi pelecehan terhadap empat ibu rumah tangga yang dilakukan oleh Lurah Padang Rambun. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *