Dikabarkan Hilang, Basarnas Bengkulu Evakuasi Kapal Nelayan dari Perairan Pondok Kelapa Dikabarkan Hilang, Basarnas Bengkulu Evakuasi Kapal Nelayan dari Perairan Pondok Kelapa
GerbangBengkulu – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu mengawal proses evakuasi perahu nelayan tradisional, warga Kota Bengkulu yang mengalami mati mesin di sekitar perairan... Dikabarkan Hilang, Basarnas Bengkulu Evakuasi Kapal Nelayan dari Perairan Pondok Kelapa

GerbangBengkulu – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu mengawal proses evakuasi perahu nelayan tradisional, warga Kota Bengkulu yang mengalami mati mesin di sekitar perairan Pondok Kelapa, Sabtu (6/7).

“Setelah kita menerima informasi adanya nelayan yang mengalami mati mesin, kita langsung menerjunkan personil untuk melakukan proses pencarian. Alhamdulillah, nelayan yang dikabarkan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ungkap Kepala Basarnas Bengkulu, Abdul Malik, Minggu 7 Juli 2019.

Kronologis pencarian nelayan tradisional itu berawal dari Ian dengan Trisno, yang mengabarkan ke rekannya jika perahu mereka mengalami kerusakan mesin.

Kedua nelayan itu berangkat dari dermaga perairan Bengkulu pukul 6.00 WIB pada Jumat (5/7) pagi.

Menerima kabar rekannya mengalami kerusakan mesin, Minar dengan Buyung, nelayan rekan korban kemudian berangkat menggunakan perahu dan berupaya melakukan evakuasi.

“Sekira jam 02.00, Sabtu dinihari, kedua nelayan yang berupaya mengevakuasi mengabarkan, jika mereka telah menemukan Ian dan Trisno. Mereka menyampaikan dalam posisi lego jangkar di perairan Pondok Kelapa,” ungkap Abdul.

Pasca memberikan informasi itu, telepon seluler keempat nelayan itu tidak dapat dihubungi. Pihak keluarga yang khawatrir akan keselamatan para korban selanjutnya menghubungi kantor Basarnas Bengkulu.

“Kita kemudian langsung menerjunkan Kapal RIB (Rigid Inflatable Boat) dan berhasil mendapati dua perahu nelayan sekira jam 9 pagi,” jelas dia.

Saat itu tim dari Basarnas mendapati kapal yang mati mesin itu ditarik oleh nelayan yang menyusul keduanya.

Selanjutnya petugas melakukan pengawalan proses evakuasi itu, hingga keempat nelayan tersebut sampai di dermaga Bengkulu.

“Saya meminta kepada para nelayan, apabila ada kecelakaan di perairan, untuk segera menginformasikan kepada kami. Basarnas bersiaga 24 jam untuk memberikan pertolongan, baik di darat ataupun di laut,” tandas Abdul. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *