Dicurhati Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Menteri Sofyan Terharu Dicurhati Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Menteri Sofyan Terharu
Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti bersama Bupati-bupati dan perwakilan Wali Kota, saat bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
GerbangBengkulu – Setelah mengirimkan surat audensi, akhirnya Jajaran Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota  Bengkulu diterima Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil di Kantornya,... Dicurhati Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Menteri Sofyan Terharu

GerbangBengkulu – Setelah mengirimkan surat audensi, akhirnya Jajaran Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota  Bengkulu diterima Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil di Kantornya, Menteng, Jakarta Pusat (20/07/16).

Ridwan datang bersama hampir seluruh Bupati dan Walikota se-Provinsi Bengkulu, di antaranya ‎Bupati Rejang Lebong, Bupati Bengkulu Utara, Bupati Seluma, Bupati Kepahiang, Bupati Kaur, Bupati Bengkulu Tengah dan Wakil Bupati Lebong, Bupati Muko-Muko dan perwakilan Walikota Bengkulu.

Audiensi diterima langsung oleh Menteri Sofyan dan Deputi Bidang Pengembangan Regional, Arifin Budiyanto. Di depan Menteri Sofyan, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti memaparkan kondisi riil Provinsi Bengkulu yang masih masuk dalam deretan provinsi tertinggal di Indonesia.

Memulai audiensi, Ridwan cukup sedih ketika mendengar pemerintah pusat menyatakan di Indonesia bagian timur banyak provinsi dan daerah yang tertinggal. Menurutnya, hal tersebut memang benar. Namun, jangan lupa dengan Indonesia bagian barat.

“Saya dan bupati sempat merasa sedih, Presiden dan para menteri dan elite di pemerintah pusat mendengungkan indonesia timur tertinggal. Betul itu. Tapi jangan lupa‎ kami Bengkulu juga provinsi yang paling tertinggal di Indonesia bagian barat. Ini di depan mata loh,” ungkap Ridwan yang disimak serius oleh Menteri Sofyan dan jajarannya.

Dijelaskan oleh gubernur yang baru dilantik bulan Pebruari itu, dari mulai dimekarkan pada tahun 1968 menjadi Provinsi ke 26, setelah Indonesia  memiliki 34 Provinsi, Bengkulu menjadi Provinsi tertinggal ke 31. Bengkulu paling tertinggal di bagian barat Indonesia dan menjadi provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di seluruh Indonesia.

Selain itu, sambung Ridwan, yang baru terurus di Provinsi Bengkulu hanya separuhnya lebih sedikit. Yakni 52 persen daerah yang baru tersentuh. Sementara 48 persennya hampir terbengkalai.

“Oleh karena itu, kita nggak mungkin sanggup menyelesaikannya sendiri tanpa campur tangan pemerintah pusat. Kalau dibiarkan sendiri mengurusi, kami yakin akan diperlukan 40 sampai 50 tahun ke depan. Sementara Provinsi lain sudahlanding jauh lebih tinggi. Bisa jadi Bengkulu jadi juru kunci,” ungkapnya.

Setelah Ridwan menjelaskan kondisi Bengkulu dengan detail, Sofyan sempat terharu dan sempat merasa bersalah.

“Saya belum dapat informasi yang detail soal Bengkulu selama ini. Kami merespon baik karena pemerintah pusat diberi informasi yang sangat lengkap dari jajaran Pemrov, Pemkab dan Pemkot Bengkulu. Memang salah satu yang belum saya kunjungi adalah Bengkulu, ” ujar Sofyan.

Mendengar itu, Ridwan mengajak pemerintah pusat turun langsung menuju Bengkulu. ‎Sofyan lantas berjanji, pihaknya bersama Tim deputinya akan datang ke Bengkulu Agustus nanti.

Setelahnya, bulan September Sofyan meminta Ridwan Mukti memaparkan kembali rencana pembangunan Bengkulu lima tahun ke depan di Bappenas. “Kami tidak akan membiarkan Bengkulu membangun ketertinggalannya sendirian, pemerintah pusat pasti akan membantu,” ujar Sofyan.

Selain itu, Sofyan menyarankan Ridwan melakukan audiensi dengan kementerian terkait. Seperti dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kemnteruan PU PERA, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa dan Kementerian terkait lainnya.

Diharapkan Ridwan, pertemuan ini sudah dapat menjadi modal awal bagi Pemprov Bengkulu bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Bengkulu untuk merealisasikan program yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Bengkulu maupun RPJMD Kabupaten dan Kota.

“Ya kami akan lanjutkan ke kementerian lainnya. Pada intinya kami meminta uluran tangan kepada pemerintah pusat,” tandas Ridwan. (rls-MC)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *