Dianggap Kafir, Dedengkot Salafi Ganti Nama Warga Negara Asing Dianggap Kafir, Dedengkot Salafi Ganti Nama Warga Negara Asing
GerbangBengkulu – Pondok Pesantren asuhan Abu Turob (49), Desa Arga Mulya Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara, hingga saat ini, ramai dikunjungi Warga Negara Asing... Dianggap Kafir, Dedengkot Salafi Ganti Nama Warga Negara Asing

GerbangBengkulu – Pondok Pesantren asuhan Abu Turob (49), Desa Arga Mulya Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara, hingga saat ini, ramai dikunjungi Warga Negara Asing (WNA).

Mulai dari Negara Prancis, Al jazair, Rusia, Pakistan, datang silih berganti di pondok pesantren Salafi tersebut. Saat ini, terdapat 2 WNA yang tinggal di ponpes tersebut, Indra Koto (22) berasal dari Prancis, dan Kevin Degraf (31) berasal dari Canada.

“Nama mereka adalah nama kafir, maka dari itu diganti dengan nama Islam,” ungkap Abu Turob, Selasa 29 Desember 2015.

Abu Turob mengungkapkan, nama Indra Koto di ganti menjadi Ibrahim, sedangkan Kevin Degraf diganti menjadi Abdul Hakim.

“Namun, nama di paspor mereka tetap Indra dan Kevin,” imbuh Abu Turob yang melarang mengambil foto ketika diwawancarai media.

Bahkan, Abu Turob menyarankan Jhony (23), jurnalis media cetak yang ikut dalam perbincangan bersama Abu Turob, untuk mengganti namanya.

“Nama Ismail sudah Islam, Jhony baiknya diganti dengan nama Abdul Karim,” ujar Abu Turob yang sontak membuat rekan media tersebut tertawa.

Kepada Gerbang Bengkulu, Ibrahim mengatakan, jika kedatangannya ke Indonesia ingin belajar agama.

“Untuk belajar Islam saja, dan sepulangnya saya ke Prancis akan berdakwah,” Ujar Ibrahim menggunakan bahasa Arab. (ism006)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *