Diajak Ketemuan Teman, Pelajar ini Alami Nasib Tragis, Kesuciannya Direnggut Diajak Ketemuan Teman, Pelajar ini Alami Nasib Tragis, Kesuciannya Direnggut
GerbangBengkulu – Seorang pelajar di Kabupaten Rejang Lebong melaporkan tindak persetubuhan yang dialaminya ke Polres Rejang Lebong. Dalam laporannya ke unit PPA Polres Rejang... Diajak Ketemuan Teman, Pelajar ini Alami Nasib Tragis, Kesuciannya Direnggut

GerbangBengkulu – Seorang pelajar di Kabupaten Rejang Lebong melaporkan tindak persetubuhan yang dialaminya ke Polres Rejang Lebong.

Dalam laporannya ke unit PPA Polres Rejang Lebong, ia dicabuli oleh pemuda inisial DI (27) warga Jalan Sukowati, Kecamatan Curup di areal perkebunan kopi.

Peristiwa tragis yang dialami Mawar, (bukan nama asli) pelajar berusia 17 tahun terjadi Senin (4/2) malam sekira pukul 20.30 WIB.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Reskrim AKP Jerry A Nainggolan menegaskan, pelaku telah diamankan Opsnal Polres Rejang Lebong, Rabu 6 Februari 2019.

Dari pemeriksaan pelaku, ungkap Jerry, pelaku awalnya mengajak Mawar untuk jalan-jalan ke obyek wisata danau di daerah Talang Kering.

“Pelaku awalnya menghubungi korban melalui sambungan telepon untuk jalan-jalan ke danau,” jelas Jerry.

Dalam perjalanannya, pelaku mengajak Mawar berhenti di areal perkebunan kopi. Ia kemudian mengajaknya masuk ke gubuk yang ada di perkebunan kopi tersebut.

“Korban diancam menggunkan pisau dan memaksanya untuk melakukan hubungan intim,” jelas Jerry.

Sedari awal korban menolak keinginan pelaku yang mengajaknya melakukan hubungan intim.

Korban yang bersikukuh menolak keinginan pelaku, membuat pelaku naik pitam. Pelaku disebutkan mencabut pisau yang dibawanya dan mengancam korban akan dibunuh jika tidak mau menuruti keinginannya.

Setelah berhasil merenggut kesucian Mawar, pelaku mengantarkan korban pulang ke rumah, dan mengancam agar tidak menceritakan peristiwa yang dialaminya tersebut ke orang lain.

Orang tua korban yang melihat anaknya mengalami perubahan perilaku pasca diantar oleh pelaku, kemudian bertanya kepada sang anak.

Dengan menangis terisak-isak Mawar menceritakan jika kesuciannya telah direnggut oleh DI. Mendengar pengakuan tersebut, korban kemudian diantar ke kantor polisi.

Ditambahkan oleh Kasat Reskrim, pelaku terancam Pasal 76D jo Pasal 82 ayat (1), (2) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *