Demi Masa Depan Cucu, Nenek ini Banting Tulang Jajakan Jengkol Demi Masa Depan Cucu, Nenek ini Banting Tulang Jajakan Jengkol
Nenek Asni bersama cucunya (baju biru) sedang menjajakan dagangannya di pinggir jalan Pasar Minggu Kota Bengkulu, (Sabtu 3 Juni 2017) Foto; Zahroni
GerbangBengkulu – Kulitnya tampak kriput, namun dari matanya masih terpancar semangat. Demi masa depan sang cucu sebut saja Asni, seorang nenek Asal Sumatera Selatan... Demi Masa Depan Cucu, Nenek ini Banting Tulang Jajakan Jengkol

GerbangBengkulu – Kulitnya tampak kriput, namun dari matanya masih terpancar semangat. Demi masa depan sang cucu sebut saja Asni, seorang nenek Asal Sumatera Selatan ini rela banting tulang menjajakan dagangannya dari daerah satu ke daerah lainnya.

Perempuan 62 tahun asal Kabupaten Empat Lawang Sumatera Selatan ini, pada pekan pertama bulan puasa tampak semangat menjajakan Jengkol miliknya di Pasar Minggu Kota Bengkulu.

Untuk sampai di Kota Bengkulu, Asni harus menempuh perjalanan sekitar 127 km dengan menggunakan angkutan antar provinsi.

“Ini semua demi cucu, mau bertani sudah tidak kuat lagi,” ungkap Asni sambil mengusap keringat, 3/6/2017.

Menurut Asni, perjuangannya semata-mata hanya demi kelangsungan hidup dan masa depan cucunya. Suami Asni telah berpulang sejak beberapa tahun silam, ia hidup sebatangkara.

Asni menceritakan, ia sangat menyayangi cucunya. Anak perempuan Asni sekaligus Ibu dari anak tersebut sudah meninggal dunia saat cucunya baru berumur 8 bulan. Sedang ayahnya yang juga menantu Asni pergi tidak ada kabar hingga saat ini.

“Dia umur delapan bulan, mamaknya meninggal, bapaknya pergi, jadi dia besar dengan nenek,” ujar Asni sambil mengelus kepala cucunya di tempat dagangannya. Asni juga mengungkapka,n selama di Bengkulu ia dan cucunya bermalam di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi pasar.

Selain bernjualan Jengkol, Asni juga menjual beberapa kilo buah Sawo. Ia tetap bersyukur meskipun hanya mendapatkan beberapa rupiah setiap kali berjualan. Cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari, Asni mengaku sudah sangat bersyukur.

Sambil menatap cucunya, Asni berharap sang cucu dapat berkembang seperti anak-anak pada umumnya. Ia ingin suatu saat, gadis kecil yang sedang menyender di bahunya itu, dapat merasakan bangku sekolah dan menjadi orang yang berguna bagi orang lain. (Zahroni)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *