Debat Terakhir, Rohidin ke Helmi: Allah Membenci Orang yang Mengatakan Apa yang tidak  Dikerjakan Debat Terakhir, Rohidin ke Helmi: Allah Membenci Orang yang Mengatakan Apa yang tidak  Dikerjakan
GerbangBengkulu – Debat terbuka putaran ke tiga sekaligus sebagai debat terakhir pemilihan Gubernur provinsi Bengkulu, selsai di laksanakan pada Jum’at (4/12/2020). Setiap paslon berlomba-lomba... Debat Terakhir, Rohidin ke Helmi: Allah Membenci Orang yang Mengatakan Apa yang tidak  Dikerjakan

GerbangBengkulu – Debat terbuka putaran ke tiga sekaligus sebagai debat terakhir pemilihan Gubernur provinsi Bengkulu, selsai di laksanakan pada Jum’at (4/12/2020).

Setiap paslon berlomba-lomba meyakinkan masyarakat provinsi Bengkulu dengan mempromosikan visi misi dan program unggulan mereka kedepan.

Paslon no urut 1 Helmi-Muslihan yang mengusung visi yang lebih mengedepankan nilai agamis dengan APBD untuk rakyat, kemudian mendapat kritikan yang cukup telak dari paslon no 2.

“Pak Helmi ini terlihat dan terdengar sangat agamis, semuanya seolah atas nama agama, saya takut hal itu tidak beliau kerjakan, dan cuma kata-kata saja, demikian kata Rohidin”, sementara sambil mengutip salah satu ayat Alqur’an yang artinya;

Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3)

Hal itu lah yang membuat relawan dan tim bergemuruh menandakan bentuk rasa setuju apa yang disampaikan oleh paslon no urut 2.

Sedangkan paslon nomor urut 2 lebih menekankan pada program yang realistis sebagiamana yang telah dibuktikan selama beliau menjadi Gubernur.

Nampak jelas dan nyata terbukti,
Berbagai penghargaan dan prestasi yang telah banyak ditorehkan oleh Rohidin Mersyah semasa menjabat.

Sedangkan paslon nomor urut 3 masih meyakini masalah perut dan membanggakan prestasi semasa beliau menjabat jadi gubernur dulu, dan prestasi itu belum ada buktinya,
Didalam ceritanya ada seorang ibuk Linda yang sangat miskin dan tak tersentuh oleh pemerintah yang berdomisili di Lebong, juga mendapat kritikan dan sanggahan dari cawagub Rosjhonsyah yang notabene nya adalah orang lebong sekaligus bupati 2 periode Di kabupaten Lebong.

“Tidak ada itu Ibuk Linda yang disampaikan pak Agusrin, ibuk linda itu orang Jakarta tapi main ke lebong” begitu sanggah Rosjhonsyah kepada Agusrin.(AP027)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *