BPJS : Peserta JKN-KIS di Kabupaten Rejang Lebong Mencapai 63 Persen BPJS : Peserta JKN-KIS di Kabupaten Rejang Lebong Mencapai 63 Persen
GerbangBengkulu – Tingkat kepesertaan masyarakat dalam mengikuti program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 63 persen,” ungkap Kepala Cabang... BPJS : Peserta JKN-KIS di Kabupaten Rejang Lebong Mencapai 63 Persen

GerbangBengkulu – Tingkat kepesertaan masyarakat dalam mengikuti program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 63 persen,” ungkap Kepala Cabang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Curup, Syafrudin Iman Negara, Selasa 27 Maret 2018.

Peserta JKN KIS berasal dari semua segmen, seperti kepesertaan mandiri, badan usaha, ASN, Pensiunan serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) baik yang bersumber APBD Rejang Lebong maupun dari APBN.

“Target Nasional kepesertaan JKN-KIS hingga tahun ini harus tercapai minimal 95 persen,” kata Syafrudin.

Masih adanya masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta, menurut Syafrudin hal itu dikarenakan masih kurangnya tingkat kesadaran masyarakat akan manfaat menjadi peserta JKN KIS. Selain itu faktor lainnya adalah, badan usaha di Kabupaten Rejang Lebong didominasi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), seperti pertokoan dan usaha retail barang lainnya.

Upaya BPJS agar tingkat kepesertaan masyarakat dalam mengikuti program JKN KIS meningkat, yaitu pro aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mensosialisasikan keuntungan menjadi peserta JKN KIS.

Serta mendorong pemerintah daerah agar melaksanakan Inpres nomor 8 Tahun 2017 tentang optimalisasi pelaksanaan JKN-KIS, yaitu kepala daerah agar menganggarkan dan mendaftarkan masyarakat sebagai peserta.

Pemerintah daerah dapat mengeluarkan regulasi turunan dari Inpres nomor 8 Tahun 2017 tersebut berupa Peraturan Bupati (Perbup), agar masyarakat menjadi peserta.

Nantinya, kepesertaan anggota JKN KIS akan diterapkan sebagai salah satu syarat dalam pengajuan IMB dan izin usaha lainnya.

“Kami telah berusaha untuk jemput bola turun langsung ke masyarakat, serta membuka layanan pendaftaran di kantor pos. Hingga mendatangi tempat umum dan keramaian seperti pasar,” tutup Syafrudin. (azm001)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *