Berulang Kali Cabuli Pelajar SMU, Pemuda ini Tak Berkutik Saat Aksinya Ketahuan Berulang Kali Cabuli Pelajar SMU, Pemuda ini Tak Berkutik Saat Aksinya Ketahuan
GerbangBengkulu – Para orang tua diminta untuk proaktif dalam  mengamati perilaku dan pergaulan putra-putrinya, karena perilaku seks bebas di kalangan remaja disinyalir marak terjadi.... Berulang Kali Cabuli Pelajar SMU, Pemuda ini Tak Berkutik Saat Aksinya Ketahuan

GerbangBengkulu – Para orang tua diminta untuk proaktif dalam  mengamati perilaku dan pergaulan putra-putrinya, karena perilaku seks bebas di kalangan remaja disinyalir marak terjadi. Seks bebas tidak hanya terjadi di kota besar, di pedesaan perilaku tersebut disinyalir juga terjadi.

Keprihatinan itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Bengkulu Utara AKP Jufri, menyikapi diamankannya RZ (20), pemuda Asal Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara oleh penyidik PPA Polres Bengkulu Utara pada Jumat (12/10).

“Hari ini RZ ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka tindak pencabulan terhadap anak di bawah umur,” tegas Jufri, Sabtu 13 Oktober 2018.

Dari pengakuannya, ia telah berulang kali melakukan hubungan badan dengan Mawar (16), bukan nama sebenarnya, siswi SMU yang disebut sebagai kekasihnya.

Dengan bujuk rayu dan janji manis pelaku memperdayai Mawar, dan berulang kali menggagahi korban.

Terkuaknya kelakuan pemuda ini berawal dari warga Desa Sidodadi, Kecamatan Arma Jaya yang mendapati sepasang muda-mudi masuk ke rumah kosong menjelang Shalat Jumat.

Setelah menunaikan Shalat Jumat, warga mendatangi rumah kosong tersebut dan mendapati keduanya berada dalam kamar. Keduanya kemudian di bawa ke balai desa, selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian.

“Kami prihatin, kami berharap agar para orang tua betul-betul waspada dan mengawasi pergaulan anaknya, jangan sampai menjadi korban selanjutnya,” ujar Kasatreskrim.

Dibeberkan, satu hari sebelum terkuaknya sepasang muda-mudi mesum di rumah kosong tersebut, di salah satu tempat kos yang berada di Kecamatan Arma Jaya, seorang siswi berusia 16 tahun hampir saja kehilangan nyawanya, yang diduga melakukan tindakan aborsi.

“Selain pengawasan, kami berharap agar orang tua memberikan pendidikan agama untuk anak-anaknya, supaya tidak mudah terjerumus dalam pergaulan bebas,” tandas Jufri.

Akibat perbuatannya, RZ dijerat dengan Pasal 81 Ayat 2 Jo 76E Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(azm009)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *