Bertemu Nenek Misterius di Masjid Agung At-Taqwa Bengkulu, ini Kisah 3 Siswi SMP dari Mukomuko Bertemu Nenek Misterius di Masjid Agung At-Taqwa Bengkulu, ini Kisah 3 Siswi SMP dari Mukomuko
GerbangBengkulu – Ya Allah neng-neng, kabur dari rumah sampe ngegemparin orang se-Bengkulu, tamat sekolah dasar (SD) pingin cari kerja, pengen hidup mandiri, tamat SD... Bertemu Nenek Misterius di Masjid Agung At-Taqwa Bengkulu, ini Kisah 3 Siswi SMP dari Mukomuko

GerbangBengkulu – Ya Allah neng-neng, kabur dari rumah sampe ngegemparin orang se-Bengkulu, tamat sekolah dasar (SD) pingin cari kerja, pengen hidup mandiri, tamat SD teh dapat kerja apa?, ujar salah seorang netizen akun Facebook Siti Rofi’ah mengomentari berita GerbangBengkulu.com, dengan judul misteri hilangnya 3 putri di Mukomuko. Sabtu, 15 Desember 2018.

Teka-teki keberadaan Lusi Yuniati, Reni Asmaniarti dan Fitriani pelajar SMPN 22 Mukomuko, warga Desa Air Bikuk, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko yang dilaporkan hilang sejak hari Rabu (12/12) akhirnya terjawab. Jumat siang ia telah diserahkan ke orang tuanya masing-masing oleh pihak kepolisian.

“Ketiganya ditemukan oleh pihak keluarga yang kebetulan adalah anggota Polres Mukomuko berada di rumah seorang nenek di Kota Bengkulu,” jelas Kapolres Mukomuko AKBP Yayat Ruhiyat melalui Kapolsek Pondok Suguh Ipda Dilia Pria Firmawan.

Dilia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan ketiga pelajar tersebut, terungkap jika para pelajar itu tidak ada niatan untuk pergi ke Kota Bengkulu. Mereka hanya sepakat untuk jalan-jalan, namun tidak memiliki tujuan arah mau kemana.

Berikut kronologis tiga pelajar SMPN 22 Mukomuko mulai berangkat dari rumah hingga akhirnya bertemu dengan seorang seorang nenek misterius di Masjid Agung At-Taqwa Kota Bengkulu, sebelum mereka ditemukan pihak keluarga pada Kamis malam (13/12).

Pagi itu, Rabu (12/14) pelajar atas nama Lusi Yuniati berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan pelat nomor BD 4193 NV. Kemudian, ia menjemput Reni Asmaniarti dan Fitriani dari rumahnya masing-masing untuk berangkat ke sekolah bersama.

“Awalnya mereka menggunakan seragam olah raga, namun ketiganya ini sebelumnya telah sepakat untuk jalan-jalan. Sehingga di lokasi perumahan PMKS Lubuk Bento mereka melapas seragam dan memakai baju biasa,” ujar Dilia.

Dengan naik motor dan bonceng tiga mereka menyusuri jalan raya Mukomuko-Bengkulu. Setibanya di Kecamatan Putri Hijau, mereka bertanya ke warga dimana arah untuk menuju ke Kota Bengkulu.

“Mereka tiba di Kota Bengkulu pada pukul 16.00. Kemudian mereka melaksanakan shalat dan mengaji di Masjid At Taqwa di Jalan Soekarno Hatta, Anggut Atas,” tutur Dilia.

Pada saat di masjid, mereka bertemu dengan seorang nenek yang mengaku bernama nek Cayut dan ketiganya kemudian diajak ke rumahnya dan bermalam disana. Disebutkan, jika nek Cayut tinggal seorang diri di rumahnya.

Mereka tidak menyadari jika kelakuannya telah membuat gempar warga di desanya. Kamis malam, setelah dibujuk melalui sejumlah pesan yang kirim melalui telepon seluler, mereka akhirnya memberitahukan posisinya keberadaanya. Kemudian ia dijemput oleh Bripka Rudi Hartono dan dibawa ke rumah milik anggota Polres Mukomuko itu di rumahnya yang berada di Kota Bengkulu.

Dari pemeriksaan, diketahui motif pelajar tersebut pergi membolos dari sekolah yang dilatarbelakangi persoalan keuangan dengan teman-teman kelasnya.

“Mereka ini pengurus arisan di sekolahannya. Ketiga siswi ini menggunakan sejumlah uang milik pelajar lain dan mereka malu karena belum bisa mengembalikan uang yang telah mereka pakai,” ungkap Kapolsek Pondok Suguh.

Ditegaskan, diduga kuat motif mereka pergi hingga akhirnya tiba di Kota Bengkulu dilatarbelakangi persoalan keuangan arisan di sekolah.

“Tidak ada motif diajak pacar atau seseorang untuk pergi, dan dipastikan mereka tidak mengalami pelecelahan seksual selama berada di Bengkulu,” tandas Dilia. (azm009)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *