Bawaslu : Pemilu di Rejang Lebong Rawan Terjadi Konflik Bawaslu : Pemilu di Rejang Lebong Rawan Terjadi Konflik
GerbangBengkulu – Hasil pemetaan yang dilakukan oleh Bawaslu, penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Rejang Lebong memiliki tingkat kerawanan sedang tetapi cenderung muncul kerawanan tinggi. “Indeks... Bawaslu : Pemilu di Rejang Lebong Rawan Terjadi Konflik

GerbangBengkulu – Hasil pemetaan yang dilakukan oleh Bawaslu, penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Rejang Lebong memiliki tingkat kerawanan sedang tetapi cenderung muncul kerawanan tinggi.

“Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Kabupaten Rejang Lebong diangka 56,96, nilai tersebut dikatagorikan tinggi. Sementara Provinsi Bengkulu diangka 50,37,” kata Anggota Bawaslu Provinsi Bengkulu, Fatimah Siregar saat ekspose di RM Kuala Tripa, Sabtu 13 April 2019.

Kondisi ini agar diketahui dan menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan dan telah diintruksikan ke jajaran pengawas agar dalam bekerja memberikan pengawasan melekat. Sehingga peserta Pemilu atau Caleg membatalkan niatnya untuk curang.

Dijelaskan Fatimah, penyumbang terbesar tingginya angka kerawanan terletak pada variabel kontestasi yaitu diangka 85,17.

“Artinya peserta Pemilu atau Caleg merupakan penyumbang tertinggi kerawanan. Seperti mereka saling menghujat dan memainkan isu Sara dengan sesamanya,” tutur Fatimah.

Variabel Partisipasi politik juga penyumbang kerawanan, yaitu dimana masih adanya praktek politik uang. Masyarakat yang datang ke TPS tidak serta merta datang atas kesadaran berpolitik, tetapi ada sesuatu lain yang mendorong ke TPS.

Variabel lainnya yaitu, penyelenggara Pemilu yang bebas dan adil diangka 52,28. Artinya banyak penyelenggaran yang tidak netral, seperti pada masa kampanye ikut mengkampanyekan peserta.

“Dengan keadaan seperti itu, Kabupaten Rejang Lebong masuk dalam klaster 1, yaitu memiliki kerawanan yang tinggi dan cenderung meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, menurut Anggota Bawaslu Kabupaten Rejang Lebong, Yuli Maria, sampai masa tenang terdapat penerimaan 2 laporan dugaan pelanggaran dan 142 temuan dugaan pelanggaran.

Kemudian pihaknya telah menindaklanjuti, dimana 1 laporan telah diregistrasi dan 142 temuan telah diregistrasi serta 1 laporan tidak diregistrasi.

“Bahkan diantaranya terdapat dugaan pelanggaran, katagori pelanggaran perundang-undangan lainnya atas nama terlapor Ahmad Hijazi Bupati Rejang Lebong atas dugaan netralitas sebagai kepala daerah,” tutupnya. (azm001)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *