Bara JP Bengkulu Keluhkan Pelayanan RSUD M Yunus Bengkulu Bara JP Bengkulu Keluhkan Pelayanan RSUD M Yunus Bengkulu
GerbangBengkulu – Penasehat Bara JP Provinsi Bengkulu Endang Subandi menyangkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, Sabtu 23 Januari 2020. Hal... Bara JP Bengkulu Keluhkan Pelayanan RSUD M Yunus Bengkulu

GerbangBengkulu – Penasehat Bara JP Provinsi Bengkulu Endang Subandi menyangkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, Sabtu 23 Januari 2020.

Hal itu terkait pelayanan terhadap pasien gagal ginjal bernama Aldo Gustiyan (6) warga Desa Sebilo Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Pelayanan kan sudah online, kenapa kalau memang tidak bisa menerima rujukan pasien anak, rumah sakit terbesar di Provinsi Bengkulu sistemnya tidak langsung menolak sejak awal mendaftar,” ujar Endang.

Pasalnya, sejumlah relawan yang berupaya merujuk Aldo dari dari RSUD Hasanuddin Damrah ke rumah sakit M Yunus Bengkulu pada Jumat (22/1) malam, mendapatkan konfirmasi jika pasien tidak dapat dirawat di Bengkulu karena tidak ada alat cuci darah untuk anak, 6 jam kemudian.

“Relawan kita pertama mendaftar pada pukul 18.00 WIB, kemudian pada pukul 21.00 mendapatkan konfirmasi jika ada persayaratan yang kurang, selanjutnya kita lengkapi kekurangannya itu,” jelasnya.

Pada pukul 23.30, pihak rumah sakit Hasanudin Damran meminta keluarga membuat surat pernyataan ditandatangani dengan materai jika Aldo nantinya akan terus menjalani perawatan di RSUD M Yunus Bengkulu.

“Usai membuat surat pernyataan, kami mendapatkan konfirmasi jika rumah sakit M Yunus Bengkulu tidak memiliki alat cuci darah untuk anak-anak, ini pelayanan online kok ngaco,” ucapnya.

Atas kejadian ini, tambahnya, para relawan akan membuat aduan ke Ombudsman agar hal tersebut tidak berulang kembali. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *