Bantuan untuk Petani Karet Terdampak Covid-19 di Bengkulu Utara Tak Jelas Bantuan untuk Petani Karet Terdampak Covid-19 di Bengkulu Utara Tak Jelas
GerbangBengkulu – Para petani karet di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu yang terdampak virus corona atau Covid-18 belum mendapatkan bantuan yang dijanjikan pemerintah daerah... Bantuan untuk Petani Karet Terdampak Covid-19 di Bengkulu Utara Tak Jelas

GerbangBengkulu – Para petani karet di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu yang terdampak virus corona atau Covid-18 belum mendapatkan bantuan yang dijanjikan pemerintah daerah setempat. Belum adanya kejelasan bantuan kepada petani karet ini disebabkan keterbatasan anggaran Pemda setempat, Senin 3 Mei 2020.

Keresahan para petani ini mendapat sorotan tajam dari Ketua Pansus Pengawasan Anggaran Penanganan Covid-19 DPRD Bengkulu Utara. Faktor keterbatasan anggaran yang diungkapkan pihak eksekutif dinilai sebagai alasan klise dan tidak logis. Sebab anggaran refocusing tahap pertama masih utuh Rp 16,1 miliar dan untuk tahap kedua hingga saat ini masih dalam proses.

“Pahami regulasi yang ada dan proyeksi kemampuan anggaran. Setelah semua clear baru minta data, jangan seperti ini, riuh jadinya, petani merasa di-PHP,” cetus Ketua Pansus Pengawasan Anggaran Penanganan Covid-19 DPRD Bengkulu Utara, Febri Yurdiman.

Untuk diketahui, petani dan pekerja sektor perkebunan karet se-Kabupaten Bengkulu Utara yang terdampak Covid-19 sebelumnya dijanjikan akan mendapatkan bantuan. Bantuan akan disalurkan dengan mengumpulkan bukti Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Bengkulu Utara Buyung Azhari mengungkapkan, selaras dengan perintah Kepala Daerah pihaknya mendata seluruh petani dan pekerja di perkebunan karet untuk diberikan bantuan.

“Saat ini pemda sudah berkirim surat ke kementerian, berharap agar ada uluran tangan dari pemerintah pusat untuk membantu seluruh petani karet Bengkulu utara yang terdampak Covid-19 ini, khususnya yang sudah terdata ini,” jelas Buyung.

Terpisah, Bupati Bengkulu Utara, Ir Mian menjelaskan, pendataan ribuan petani dan pekerja kebun karet merupakan usaha pemerintah daerah ke pemerintah pusat dalam memperjuangkan keselamatan ekonomi sementara.

“Masalah kecewa, jika bantuan tersebut tidak di realisasikan oleh pemerintah pusat, tentu kami pemerintah daerah lebih kecewa lagi, namun perlu juga di kaji dan dilihat dari kemampuan kondisi anggaran saat ini. Tidak usah kita saling menyalahkan apa lagi mempolitisi.” Kata Mian. (ism006)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *