Alasan Terhimpit Ekonomi, Warga Kota Bengkulu Nekat Mencuri di Pura Alasan Terhimpit Ekonomi, Warga Kota Bengkulu Nekat Mencuri di Pura
GerbangBengkulu – Edi Marsudi (41), warga Jalan Kenanga RT 07, Kelurahan Kebun Kenanga, Kota Bengkulu akhirnya bernafas lega. Pasalnya, dirinya lolos dari jeratan hukum... Alasan Terhimpit Ekonomi, Warga Kota Bengkulu Nekat Mencuri di Pura

GerbangBengkulu – Edi Marsudi (41), warga Jalan Kenanga RT 07, Kelurahan Kebun Kenanga, Kota Bengkulu akhirnya bernafas lega. Pasalnya, dirinya lolos dari jeratan hukum setelah pengurus Pura Shanti Muara Dipa mencabut laporannya ke pihak kepolisian, Rabu 13 Mei 2020.

Sebelumnya, pengurus pura I Ketuk Sujana membuat laporan kehilangan ke Polsek Gading Cempaka atas raibnya mesin air dan satu unit televisi di Pura Shanti Muara Dipa, Jalan Bhakti Husada, Kelurahan Lingkar Barat yang terjadi pada Selasa (28/4), bulan lalu.

Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak, melalui Kapolsek Gading AKP Chusnul Qomar mengatakan, pengurus pura memaafkan perbuatan pelaku dan mencabut laporannya, sehingga proses hukum terhadap tersangka tidak dapat dilanjutkan.

“Ya, korban (pihak pura-red) memaafkan tersangka ini dan mencabut laporan. Jadi perkara ini kita hentikan dan korban langsung kita pulangkan ke keluarganya,” terang Chusnul.

Dijelaskan, proses perdamaian antara tersangka dan korban dilakukan di Mapolsek. Perdamaian korban dan tersangka ini dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai Rp 6 ribu dan ditandatangani kedua belah pihak.

Khusus untuk tersangka sebelum dikembalikan ke pihak keluarga Dia diberi wejangan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Usai membuat surat perdamaian dan pencabutan laporan keduanya langsung bermaafan,” ujar Chusnul.

Barang bukti berupa 1 unit mesin air dan TV LED milik korban telah dikembalikan. Termasuk sepeda motor Honda Beat BD 2665 CA milik pelaku yang digunakan saat melakukan tindak pencurian juga telah dikembalikan, usai perdamaian dilakukan.

“Semua barang bukti yang berhasil kita amankan semua telah kita kembalikan, baik pada korban maupun tersangka,” ungkap Chusnul.

I Ketut Sujana menyampaikan pihaknya memaafkan korban lantaran semua barang yang dicuri telah ditemukan. Sehingga tidak ada kerugian materi yang dialami pihak pura. Oleh karena itu, berdasarkan keputusan pengurus pura pelaku dimaafkan dan disepakati untuk mencabut laporan.

“Ini pelajaran bagi pelaku, semoga ke depan dia berubah tidak lagi mengulangi perbuatan tercelanya ini,” sampai Ketut.

Saat ditanya, tersangka Edi Marsudi mengaku sangat terharu karena perbuatannya dimaafkan. Dirinya mengaku sangat malu telah melakukan pencurian di tempat ibadah. Dirinya nekat melakukan aksi pencurian lantaran terhimpit ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Saya akan hidup normal pak. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini. Terima kasih pihak pura, ini akan menjadi pelajaran berharga bagi saya,” ucap Edi.

Untuk diketahui perbuatan yang dilakukan Edi Marsudi ini memang tergolong nekat. Dia melakukan pencurian di Pura Shanti Muara Dwipa, pada siang hari.

Setelah berhasil masuk melalui bagian belakang pura, Edi mengambil mesin air dan televisi di rumah penjaga pura. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *