Akan Tawuran, Sejumlah Pelajar Diamankan ke Kantor Polisi Akan Tawuran, Sejumlah Pelajar Diamankan ke Kantor Polisi
GerbangBengkulu – Aksi tawuran yang melibatkan puluhan pelajar di Kabupaten Seluma yang berasal dari empat sekolah berhasil digagalkan pihak kepolisian, Senin 4 Februari 2019.... Akan Tawuran, Sejumlah Pelajar Diamankan ke Kantor Polisi

GerbangBengkulu – Aksi tawuran yang melibatkan puluhan pelajar di Kabupaten Seluma yang berasal dari empat sekolah berhasil digagalkan pihak kepolisian, Senin 4 Februari 2019.

Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana melalui Kabag Ops AKP Chusnul Qomar menjelaskan, aksi tawuran yang berhasil dicegah ini melibatkan pelajar dari SMAN 8 Seluma, SMA Aliyah Muhammadiyah, SMPN 8 Seluma, dengan SMPN 3 Seluma.

Kronologis berkumpulnya puluhan pelajar yang akan melakukan aksi tawuran ini berawal dari perkelahian dua orang pelajar yang terjadi beberapa jam sebelumnya.

“Pada Senin pagi, pelajar SMAN 8 Seluma inisial NT (17) siswa kelas X terlibat perkelahian dengan EM (14) siswa kelas lX dari SMPN 3 Seluma,” jelas Chusnul.

Dalam perkelahian tersebut, keduanya kemudian sepakat akan melanjutkan aksi tawuran di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Kampai, Kecamatan Talo sepulang sekolah.

Aksi tawuran yang melibatkan sejumlah pelajar berhasil digagalkan setelah adanya laporan dari pihak sekolah yang mengabarkan akan terjadinya tawuran massal.

Setelah mendapat informasi itu, pihak kepolisian kemudian mendatangi TKP yang disebutkan akan menjadi tempat tawuran.

Sejumlah pelajar yang disinyalir sebagai pemicu tawuran yang berada di TPU kemudian diamankan petugas dan dibawa ke kantor Polsek Talo.

Kapolsek Talo Iptu Sodri menambahkan, sejumlah pelajar yang diamankan kemudian diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dikemudian hari.

Apabila dikemudian hari masih melakukan aksi tawuran dan terlibat dalam perkelahian, mereka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menghimbau para orang tua turut memberi pengawasan kepada anak-anaknya. Jangan hanya mempercayakan pengawasan anaknya kepada pihak sekolah, harus bersama-sama saling mengontrol,” ujar Sodri.

Ditambahkan, selain membangun komunikasi yang baik, para orang tua diminta untuk peka dalam mengawasi putra-putrinya yang bersekolah. Apabila pulang ke rumah terlambat, orang tua harus menanyakan kepada anaknya, dari mana, ada apa, untuk mengetahui kegiatan kesehariannya. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *