Ahmad Fauzi dan Fattah Jasin, Siapa yang Lebih Pantas? Ahmad Fauzi dan Fattah Jasin, Siapa yang Lebih Pantas?
Sumenep, GerbangBengkulu -Serial diskusi ruang tengah yang bertajuk Ahmad Fauzi-Fatah Jasin siapa yang lebih pantas kembali digelar di salah satu caffe Jl. Kapten Tesna,... Ahmad Fauzi dan Fattah Jasin, Siapa yang Lebih Pantas?

Sumenep, GerbangBengkulu -Serial diskusi ruang tengah yang bertajuk Ahmad Fauzi-Fatah Jasin siapa yang lebih pantas kembali digelar di salah satu caffe Jl. Kapten Tesna, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (11/9/2020).

Diskusi tersebut menjelang Pilkada serentak Sumenep untuk Mewujudkan Pemerintah yang Baik Dan Bersih. Serta mengundang Tim pemenangan dari kedua pihak ini bakal calon bupati Sumenep tahun 2020.

Mohammad Hosnan tim pemenangan Bakal Calon Fauzi-Eva, Dan Hoirul Anwar selaku perwakilan tim pemenangan Bakal Calon Fatah Jasin-Ali Fikri.

Selain perwakilan dari kedua belah pihak, beberapa komentator juga diundang dalam kegiatan tersebut, diantaranya ketua Garda Bangsa Sumenep, Rasyidi, ketua ruang tengah, Abdul Ghani, Advokat, Rausi Samorano, Dosen Unija, Moh. Zainudin, dan Presidium Sumenep Emas, Fawaid Sulaiman, serta undangan lainya dari Mahasiswa dan ketua lakpesdam NU Sumenep.

Ketua ruang tengah sumenep, Abdul Ghani menyampaikan, diskusi yang diselenggarakan sebagai ruang aktualisasi bagi para bakal calon kontestan di pilkada sumenep tahun ini.

“Kami memfasilitasi kedua belah pihak untuk membedah visi-misi untuk kemajuan Sumenep kedepan,” katanya, Sabtu (11/9/2020).

Sementara itu dalam pernyataan pada saat diskusi, Hosnan Abrory selaku perwakilan tim pemenangan Fauzi-Eva menegaskan, dalam konteks Pilkada Sumenep 2020 secara perpektif teoritis, yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu membangun ke seimbangan, harmony dalam membangun pemerintahan di Kabupaten Sumenep.

“Dan yang tampak salam hal tersebut adalah pasangan Fauzi-Eva, dengan jargon Bismillah Melayani,” tegasnya politisi PDIP Sumenep, Hosnan Abrory

Sedangkan Hoirul Anwar dari ketua tim pemenangan pasangan Fattah Jasin-Ali Fikri menyampaikan, pemimpin yang berintegritas adalah yang mampu menjalankan praktek birokrasi yang bersih, dan hal itu bisa dijalankan oleh sosok pemimpin yang memiliki pengalaman birokrasi sebagai pelayan publik.

“Itu bisa terlihat dalam sosok Fattah Yasin-Ali Fikri, yang memiliki akar sejarah sebagai pemimpin birokrasi Sipil untuk menuju Sumenep Barokah,” jelasnya Ketua Tim pemenangan Fattah Jasin-Ali Fikri.

Usai diskusi, keduanya bersepakat dan memuji kegiatan yang diadakan ruang tengah tersebut. Karena dinilai sebagai media dalam membangun kesadaran politik publik.

Ketua Lakpesdam NU Sumenep, Ahmad Saheri menambahkan, dalam proses pembuatan APBD sangat tidak diindahkan apabila operasionalnya lebih besar daripada hasilnya.

“Saya contohkan (Kocor.red). Misalkan harga kocor seharga tiga ribu, justru jangan sampai operasional menghasilkan sepuluh ribu. Artinya, Jangan terjebak pada merk dan angka jika itu justru yang menikmati hasilnya adalah orang di luar Sumenep,” pungkasnya.(Tf022)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *